Pilihan ini akan mengatur ulang halaman muka situs ini. Mengembalikan setiap widget atau kategori yang telah tertutup.

Reset

Sepatu Kulit Berusia 5.500 Tahun Ditemukan

Sepatu Kulit Tertua yang ditemukan oleh Arkeolog dari University College Cork, Sepatu tersebut ditemukan di gua Vayotz Dzor, Armenia, dekat dengan perbatasan Iran. (Foto: yahoonews.com)

Arkeolog dari University College Cork, Irlandia mengklaim telah menemukan sepatu yang diperkirakan berusia 5.500 tahun. Sepatu tersebut ditemukan di gua Vayotz Dzor, Armenia, dekat dengan perbatasan Iran.

Sepatu berukuran ‘4′ (ukuran sepatu di Eropa) dan diperkirakan digunakan oleh seorang wanita itu, terbuat dari kulit sapi dan diperkirakan berusia lebih tua dari Piramida Agung Giza.

Anehnya sepatu tersebut ditemukan masih dalam kondisi sempurna. Kondisi alam, termasuk suhu di Armenia membuat sepatu tersebut masih bisa ditemukan dalam kondisi utuh.

“Ini adalah penemuan yang menakjubkan, kami pikir ini hanya berusia ratusan tahun tapi ternyata ini adalah sepatu tertua yang pernah ditemukan,” ujar Ron Pinhasi, arkeolog University College Cork seperti diberitakan Telegraph.

“Kami biasanya hanya menemukan pot rusak, tapi kami memiliki sedikit informasi mengenai kegiatan sehari-hari dari orang-orang kuno. Apa yang mereka makan? Apa yang mereka lakukan? Dan mereka memakai ini?” katanya.

Seperti dilaporkan peneliti dalam jurnal Public Library of Science, sepatu itu dibentuk untuk kaki kanan si pemakai.

Sepatu yang ditemukan bukanlah sepatu penny loafer atau sepatu track ke gunung. Sepatu tertua itu hanya berupa alas kaki yang terbuat dari kulit. Tali temali mengikat di bagian depan dan belakang sepatu.

Saat ditemukan, sepatu tersebut dipenuhi dengan rumput, tetapi tidak jelas apakah rumput tersebut memang digunakan untuk menjaga agar kaki hangat atau untuk mempertahankan bentuk sepatu dari kerusakan.

lebih lanjut, Dr Pinhasi mengutarakan, ketika materi yang ditemukan di sepatu diteliti oleh dua laboratorium radiokarbon di Oxford dan California, pihaknya baru menyadari bahwa sepatu itu lebih tua  beberapa ratus tahun dari sepatu yang dikenakan oleh Otzi, alias masyarakat yang hidup di pegunungan Alpen.

Otzi diperkirakan berusia 5.128 hingga 5.375 tahun yang lalu. Beberapa ratus tahun lebih baru daripada sepatu Armenia.

“Sepatu Otzi terbuat dari kulit rusa dan beruang yang disatukan dengan tali kulit. Sedangkan sepatu Armenia tampaknya terbuat dari kulit sapi,” kata Pinhasi.

Sepatu Armenia itu tergolong kecil, tapi sesuai standar ukuran orang Eropa sekarang. Yakni, ukuran 37 atau dalam ukuran Amerika Serikat bernomor 7.

Panjang sepatu tertua ini adalah 24,5 centimeter (cm), lebarnya 7,6 sampai 10 cm. Diperkirakan, sepatu tersebut berasal dari kisaran 3.500 SM, sebuah era yang dikenal sebagai periode Chalcolithic.

Tidak banyak pula informasi tentang orang-orang yang memakai sepatu itu namun diperkirakan yang menggunakan sepatu tersebut adalah  beberapa petani awal atau suku nomaden yang hidup di gua.

Sumber : suaramedia

Artikel Terkait



Tinggalkan Komentar Anda

Switch to our mobile site